Jadi Bandar Narkoba, IRT Asal Sidrap Ini Diamankan Polisi

Kabarsmart.com, Polman – Dua pelaku penyalahgunaan narkoba akhirnya diamankan Satuan Narkoba Polres Polewali Mandar, Salah satu pelaku yang berhasil diamankan merupakan wanita asal kabupaten Sidrap yang diketahui sebagai bandar dari barang haram tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Sulbar AKBP Mashura merilis keterangan bahwa pada hari Rabu, (2/8/2017) sekitar pukul 15.00 wita bertempat di Tangnga-tangnga Kec.Tinambung Kabupaten Polewali Mandar, personil sat narkoba Polres Polman yang dipimpin oleh Kaur mintu Aiptu Burhanuddin Ahmad telah berhasil menangkap 2 orang pelaku penyalahgunaan narkotika/narkoba.

Salah satunya diidentifikasi sebagai bandar. Adapun identitas kedua pelaku tersebut adalah Megawati( 32) , seorang Ibu Rumah Tangga, dengan alamat Pappota Desa Labuang Utara Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. Dia wanita kelahiran Sidrap 1985 yang diduga sebagai bandar,” kata Kabid Humas, Kamis, (03/8/2017).

Tersangka kedua, Padly, 32 tahun yang berprofesi sebagai wiraswasta beralamat di jalan Beringin II Kelurahan Kendari Caddi, Kendari, Sultra. Fadly ditangkap terlebih dahulu sebelum mengamankan Megawati. Polisi berhasil menyita barang bukti berupa 3 HP merk samsung, 16 paket/ saset narkoba jenis shabu. Kini kedua pelaku penyalahgunaan tersebut diamankan di Kantor Polres Polman untuk di lakukan proses hukum.

Sementara Kapolres Polewali Mandar AKBP Hanny Andhika Sarbini mengatakan penangkapan tersangka bandar narkoba itu berasal dari pengembangan dari pelaku yang lebih dulu ditangkap. Menurut Hanny, pelaku sebelumnya telah lama menjadi target polisi. Setelah rekanya Fadly ditangkap, maka ia pun tak bisa mengelak. “Memang sudah lama ditarget,” katanya.

Meski menolak dan terus menangis saat akan digiring, dengan tangan diborgol, polisi tetap memaksa dan menjebloskan wanita cantik tersebut kedalam sel tahanan.

loading...

Penangkapan itu jelas perwira dua bunga ini merupakan yang terbesar di Polman selama dirinya menjabat. Selain mengamankan seorang bandar, barang bukti berupa 16 gram sabu dinilai cukup besar setelah sebelumnya, pihaknya hanya mampu menangkap barang bukti yang jauh lebih sedikit. “Kalau sebelumnya, kami hanya menahan barang bukti antara 1 gram hingga 5 gram, namun kali ini kita bisa lebih besar hingga 16 gram. Apalagi pelakunya adalah seorang bandar,” katanya.

Kapolres menambahkan, bahwa barang haram tersebut dipasok dari daerah Sulsel untuk diedarkan diwilayah Polman. Tingginya angka penangkapan kasus narkoba dinilai oleh Kapolres karena wilayah Polman merupakan jalur trans yang strategis. “Mungkin masih banyak lagi yang akan lewat. Mudah-mudahan penangkapan ini sebagai pembuka untuk kasus narkoba yang lebih besar,” pungkasnya.

Facebook Comments
loading...

Related posts

Leave a Comment