Kenali Phobia Yang Dapat Membunuh, Dan Cara Penanganan Yang Baik

Kabarsmart.com – Pernah lari melihat laba-laba kecil? Atau tidak mau naik ke lantai atas rumah sobat kamu karena takut naik tangga? Hati-hati, bisa jadi kamu terkena fobia.

Fobia adalah ketakutan tak beralasan yang dimiliki oleh seseorang akan suatu benda, makhluk hidup, keadaan, atau situasi tertentu. Rasa takut ini akan muncul tatkala kita berdekatan dengan hal-hal yang menjadi pemicunya. Fobia berbeda dari rasa takut biasa, orang yang memiliki fobia akan mati-matian menghindari pemicu fobia mereka. Mereka akan mengeluarkan reaksi yang berlebihan seperti berteriak, kabur, serangan panik, lumpuh, bahkan pingsan saat mereka melihat obyek fobia mereka.Orang yang memiliki fobia biasanya sadar bahwa rasa takut mereka berlebihan dan tidak rasional namun mereka sendiri tidak mampu mengatasi masalah ini.

Penyebab Fobia

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan fobia. Yang pertama adalah faktor keturunan. Orangtua yang memiliki dapat mewariskan fobia mereka ke anak-anaknya. Terutama saat masih berusia di bawah tiga tahun, anak-anak akan mencontoh reaksi orang terdekat di keluarga mereka saat dihadapkan dengan sumber fobianya. Pada saat mereka beranjak besar mereka cenderung akan memiliki fobia yang sama.

Faktor kedua adalah faktor peristiwa tertentu. Mereka yang pernah hampir tenggelam dapat memiliki fobia air. Begitu juga ketika terjebak di ruangan sempit atau digigit serangga atau binatang tertentu. Apabila kenangan itu meninggalkan depresi yang mendalam bisa dipastikan mereka akan memiliki fobia.

Faktor ketiga adalah faktor medis. Orang-orang yang memiliki gangguan mental bisa memiliki fobia. Kecelakaan otak yang meninggalkan trauma mendalam serta penyalahgunaan obat-obatan juga mampu meningkatkan resiko fobia.

Jenis-Jenis Fobia

Ada banyak sekali jenis fobia, namun secara umum fobia bisa dikelompokkan menjadi tiga jenis, yakni agorafobia, fobia sosial, dan fobia khusus.

Agoraphobia adalah rasa takut akan lingkungan luar karena merasa bahwa lingkungan luar tidak aman dan tidak ada jalan keluar untuk menyelamatkan diri dengan cepat. Mereka yang memiliki fobia ini tidak suka berada di tempat-tempat terbuka seperti mall, stasiun, bandara dan lapangan luas. Pada beberapa kasus yang ekstrim beberapa pengidapnya bahkan tidak mau keluar dari rumah atau bahkan kamar karena merasa akan ada hal buruk yang menimpa mereka pada saat mereka keluar dari rumah atau kamar mereka. Fenomena hikkikomori di Jepang adalah salah satu contoh kasus ini.

Fobia sosial adalah ketakutan yang muncul pada saat berhadapan dengan orang banyak. Mereka yang memilikinya merasa sangat tidak nyaman, takut dan khawatir bila mereka akan dihakimi, dipermalukan, atau disakiti oleh orang lain. Orang dengan fobia ini tidak suka berada di antara orang banyak dan lebih nyaman bersama dengan diri sendiri. Mereka cenderung tertutup dan tidak bisa bergaul.

Fobia khusus adalah ketakutan yang muncul saat melihat obyek atau berada pada situasi khusus. Pengidapnya akan langsung menimbulkan rasa cemas luar biasa dan diikuti dengan serangan panik. Fobia jenis ini sifatnya spesifik mengenai hal-hal tertentu. Fobia khusus dibagi menjadi lima jenis yakni fobia hewan, fobia lingkungan alam, fobia darah-jarum suntik-cedera, fobia situasi, serta fobia lainnya. Berikut ini jenis fobia spesifik yang paling umum dimiliki oleh manusia:

– Acrophobia (fobia tempat yang tinggi)

-Arachnophobia (fobia laba-laba)

-Claustrophobia (fobia tempat sempit)

-Hemophobia (fobia darah)

-Ophidiophobia (fobia ular)

-Cynophobia (fobia anjing)

-Dentophobia (fobia dokter gigi atau perawatan gigi)

-Phantasmaphobia (fobia hantu)

Gejala-Gejala Fobia

Saat fobia muncul pengidapnya akan terkena serangan panik. Mereka akan mengalami sesak nafas, jantung berdebar kencang, tidak bisa bicara, gemetar, dan keringat yang berlebihan. Apabila mereka tetap berada di tempat yang sama lebih lama tekanan darah akan meningkat, muncul rasa sakit di dada dan rasa tercekik, pusing serta pening. Saat fobia tidak bisa dikontrol lagi pengidapnya bisa jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri selama beberapa saat.

Penanganan Fobia

Fobia tidak sepenuhnya bisa dihilangkan namun kita bisa menguranginya sehingga tidak terlalu mengganggu. Ada beberapa cara yang biasa digunakan untuk menangani fobia yakni sebagai berikut.

Terapi Perilaku Kognitif – Disebut juga sebagai Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Pada cara ini pengidap fobia diberikan kesempatan untuk menghilangkan rasa takut mereka dengan cara mengevaluasi reaksi atas rasa takut mereka, menentukan apakah reaksi tersebut berlebihan atau tidak, serta membuat langkah-langkah untuk mengurangi rasa takut.

Terapi Paparan – Disebut juga dengan Exposure Therapy atau Desensitization. Pengidap fobia akan dipaparkan dengan obyek yang menakuti mereka secara berangsur-angsur sehingga lama-kelamaan rasa takut mereka akan berkurang. Contohnya untuk orang yang takut naik pesawat. Mereka pada awalnya diajak berimajinasi tentang terbang. Setelah itu mereka akan mencoba melihat pesawat di bandara. Setelah mereka berani mereka akan diajak untuk naik simulasi penerbangan sebelum akhirnya mereka terbang di dalam pesawat sesungguhnya.

Obat-obatan – Ada beberapa jenis obat yang diketahui mampu mengurangi rasa takut akibat fobia. Yang pertama adalah obat anti-depresan.Obat ini memicu keluarnya hormon serotonin yang meningkatkan mood orang tersebut. Yang kedua adalah sedatif (obat penenang). Obat ini digunakan untuk untuk meredakan tingkat kecemasan yang dirasakan pengidap fobia. Semua obat ini harus berdasarkan dengan resep dokter karena dikhawatirkan akan memberikan efek jangka panjang yang buruk apabila dikonsumsi terus-menerus.

Tetap Tenang

Fobia memang sangat mengganggu dan menjengkelkan namun dengan kombinasi terapi serta obat-obatan yang tepat rasa takut ini dapat dikendalikan. Cobalah untuk melakukan yoga dan meditasi untuk latihan menenangkan diri. Tarik nafas, tetap tenang, dan yakinlah semua akan baik-baik saja.
Facebook Comments

Related posts

Leave a Comment