Warga Jeneponto Mengeluh, Listrik Tenaga Surya Tak Maksimal

Kabarsmart.com, Jeneponto – Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) warga Pulau Libukang atau kerap disebut Pulau Harapan, Dusun Palameang, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Bangkala, Jeneponto hidup dengan keterbatasan pencahayaan.

Pasalnya, masyarakat pulau ini sangat bergantung pada pencahayaan listrik tenaga surya.  Dari 150 KK, hanya 90 KK yang rumahnya dialiri listrik tenaga surya, sementara 20 yang lainnya sama sekali belum teraliri listrik jenis ini.

Daeng Sodding (50) yang merupakan Kepala Lingkungan Palameang menyebutkan, listrik tenaga surya yang ada tidak maksimal. Keterbatasan suplai listrik menyebabkan warga kesulitan menghidupkan perangkat lain seperti televisi, sehingga sulit mengakses informasi dari luar.

“Kami di sini sulit mendapat informasi. Bagaimana mau menonton televisi kalau tidak ada listrik. Apalagi, sistem listrik tenaga surya baru maksimal menyalakan lampu (bohlam) jika matahari bersinar terik. Itu pun hanya lampu kecil tegangan listrik itu panas sekalipi matahari baru nyala lampu, hanya lampu yang nyala, itupun lampu kecil,” tuturnya.

Selain itu Sodding juga menambahkan, warga Pulau Harapan hanya sesekali bisa menikmati listrik pada malam hari.

“Listri di sini, malam baru dinyalakan. Itu pun tergantung dari sinar matahari pada siang harinya. Kalau cuacana panas, malam juga bisa menyala. Itu pun hanya sementara sekitar satu jam,” ungkapnya.

Pada musim hujan, masyarakat Pulau Harapan merasakan gelap gulita karena listrik tenaga surya tidak berfungsi.

“Kalau musim hujan, listrik tidak berfungsi. Sama sekali tidak bisa menyalakan lampu karena mendung terus. Jadi, kalau malam kami memakai lampu kaleng minyak tanah (lampu teplok),” ujar Sodding.

Ia membeberkan, pemerintah hanya selalu menjanji menyediakan akses listrik untuk warga Pulau Libukang. “Kami selalu dijanjikan (listrik), tetapi tidak pernah ditepati,” imbuhnya.

Selama ini, warga di pulau tersebut mengharapkan penerangan yang maksimal seperti aliran listrik di kota. Untuk itu, warga Libukang butuh genset yang bisa menerangi Pulau Libukang siang dan malam.

Masyarakat Pulau Libukang mengancam tidak akan menyalurkan hak pilihnya di Pilkada mendatang jika pemerintah tidak memperhatikan penerangan di pulau ini.

“Kami di sini sudah tidak mau lagi memilih jika penerangan kami tidak diperhatikan,” tegas Sodding.

Facebook Comments

Related posts

Leave a Comment