Bejat, Kakek 69 Tahun Cabuli Bocah SD Dengan Iming – Iming Uang Rp 3.000 Ribu

Kabarsmart.com, Sibolga – Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur tterus saja terjadi di wilayah Sibolga-Tapteng, Sumut. Kali ini, seorang murid SD, sebut saja Bunga, 8, dicabuli WS, kakek berusia 69 tahun.

Kedua orangtua korban, LH (37) dan SS (35) yang mengetahui perbuatan bejat tersebut langsung mengadukan pelaku ke Mapolsek Barus.

Sambil menunjukkan bukti laporan, Senin (27/3), kedua orangtua korban menceritakan kasus itu berawal ketika pelaku sering memberikan uang pada korban.

Pelaku memberikan sekira Rp2 ribu atau Rp3 ribu saat korban hendak berangkat ke sekolah di salah satu SD di dekat rumah pelaku.

Perbuatan tak senonoh itu pertama kali terjadi di belakang rumah tetangga pelaku. Di tempat tersebut, pelaku berbuat tak senonoh sebanyak empat kali.

“Lupa tanggal dan bulannya. Dia melakukan pelecehan dengan meraba kemaluan anak saya dan dan menciuminya,” ujar LH dan SS.

Berikutnya, di belakang rumah salah seorang warga, tak jauh dari rumah Bunga di jalan setapak menuju tempat korban biasa mengambil air. Di situ, Bunga juga mendapat perlakukan tak senonoh. Bahkan, pelaku juga berusaha mendatangi ke sekolah, tapi Bunga tidak mau.

Berikutnya, sekira 100 meter dari sekolah korban. Saat itu Bunga pulang dari sekolah dan dicegat WS. Tapi, saat itu pelaku gagal melakukan aksinya karena ada orang melintas.

Dan, kejadian itu terungkap pada Kamis (23/3/2017) pukul 07.20 WIB, saat Bunga hendak berangkat sekolah. Dia dicegat WS dan langsung berbuat tak senonoh terhadap Bunga, tepatnya di dekat pohon asam.

Saat itu pelaku memberikan uang Rp5 ribu sebelum melakukan aksinya, namun saat itu Bunga menolak. Tapi WS tetap melakukan aksinya dengan meraba kemaluan Bunga.

Namun, aksi WA ini disaksikan salah seorang anak tetangga berinisial AH, murid siswa kelas 4 SD yang satu sekolah dengan Bunga.

Dan, berdasarkan laporan AH kepada ayahnya, ayah AH kemudian melaporkan kejadian yang disaksikan anaknya itu kepada orang tua Bunga.

Mendengar itu, sontak orangtua Bunga kaget. Sepulang sekolah, mereka langsung memanggil Bunga yang masih berusia 11 tahun. Kepada orangtuanya, Bunga mengaku bahwa dia dipaksa dan diancam untuk tidak menceritakan apa yang diperbuat WS kepadanya.

Namun, LH terus memaksa agar Bunga mau cerita. Bahkan, LH membentak Bunga agar anak perempuannya itu mau mengakui apa yang telah dilakukan kepadanya.

Pada akhirnya Bunga pun mengaku. Dia mengatakan tidak berani bercerita karena takut akan ancaman pelaku. Ayah korban pun langsung mencari WS, namun tak juga ketemu, hingga akhirnya dia melaporkan hal ini kepada kepala desa.

“Setelah itu, saya melaporkannya ke Polsek Barus,” ujar ayah korban.

Kepala Desa setempat yang dikonfirmasi membenarkan bahwa ayah korban melaporkan kejadian tersebut kepadanya dan kemudian dilaporkan lagi ke polisi.

Dikatakan, saat itu dia berusaha mengamankan pelaku ke Polsek Barus untuk menghindari hal-hal yang tidak diingikan.

“Kita khawatir muncul masalah baru karena saat kejadian itu kondisi desa sedang ramai. Jika pelaku tetap bertahan di desa, kita khawatir,” ujarnya.

Facebook Comments

Related posts

Leave a Comment