Anak Tukang Becak Di Jeneponto Tak Penah Dapat Bantuan BSM Sejak SD Hingga SMP

Kabarsmart.com, Jeneponto – Desi Ratnasari yang merupakan siswa kelas 1 SMP Negeri 1 Tarowang Jeneponto yang hidup dengan hasil keringat ayahnya dari mengayuh becak di Palopo, sejak sekolah tak pernah merasakan bantuan siswa miskin (BSM) dari pemerintah.

Desi saudara kandung almarhumah Najwa bayi penderita usus terurai, merupakan anak keempat dari pasangan Syaharuddin dengan Rabasiah menuturkan, sejak sekolah dari SD hingga masuk SMP tidak pernah menerima BSM.

“Saya tidak pernah terima (BSM), sekalipun waktu masih SD. Sebelumnya, saya sekolah di SD Bonto Rappo, Desa Bonto Rappo, Tarowang,” tutur Desi.

Ia mengungkapkan, setiap hari berjalan kaki ke kesekolah dengan jarak sekitar satu kilometer pulang balik.

“Saya ke sekolah jalan kaki, setiap hari berangkat jam enam pagi. Biasa tiba jam tujuh. Sebenarnya ada ojek, tetapi tidak ada uang untuk sewa ojek. Orang tua (ayah) saya hanya tukang becak di Palopo. Sekali-sekali jadi buruh bangunan kalau ada yang panggil kerja (bangunan),” imbuh Desi.

Saat diwawancarai wartawan seperti dilansir dari makassar terkini Senin, 27 Maret 2017, ia hanya bisa pasrah atas kondisi kehidupan orang tuanya yang prasejahtera.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah mengucurkan bantuan untuk siswa yang tidak mampu dengan program (BSM) dan Program Indonesia Pintar (PIP) guna membantu banyak siswa miskin, tetapi hingga saat ini Desi belum tersentuh BSM.

Facebook Comments

Related posts

Leave a Comment