Anak Yang Gugat Orang Tua 1,8 Miliar Bisa Terkena Pasal Kekerasan Terhadap Lansia

Kabarsmart.com, Garut – Ketua Bidang Advokasi P2TP2A Kabupaten Garut Nitta Kusnia Wijaya menilai sikap anak yang melayangkan gugatan terhadap ibunya yang sudah sepuh ke meja hijau masuk dalam kekerasan terhadap lansia (lanjut usia).
Karena itu, berdasar aturan UU Perlindungan Lansia Nomor 43 Tahun 2004 pasal 60, pihaknya akan mendampingi tergugat hingga proses sidang. “Seharusnya masalah utang piutang bisa diselesaikan secara kekeluargaan saja,” tuturnya.

Sementara itu, Siti tampak campur aduk. Tidak disangka, gara-gara masalah utang (dengan anaknya yang lain), Yani (anak ke-9 Siti Rokayah) yang selama ini disayangi malah tega melaporkannya.

“Padahal, tiasa dibereskeun ku cara kekeluargaan we, teu kedah jalur hukum, teu kedah ka pengadilan,” ujarnya dengan air mata berlinang.

Siti berharap kasus tersebut cepat selesai. Termasuk memohon anaknya agar mencabut gugatan itu. Adapun upaya lain yang bisa dilakukan untuk melunasi masalah utang anaknya yang lain bernama Asep kepada Yani, dia rela menjual rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

 

Facebook Comments

Related posts

Leave a Comment