Ini 4 Lokasi Casting “Pamanca The Movie”, Film Histori Sulawesi Selatan yang Akan Dibintangi Aktor Laga Dunia

Kabarsmart.com – Film action “Pamanca The Movie” akhirnya memasuki tahap pra produksi. Rencananya, pekan depan Rafindo Galesong, yang memproduksi film ini sudah mencari pemeran dan membuat promo film. Sesuai judul, film bergenre epik histori ini bakal mengangkat kisah seputar Pamanca, budaya bela diri tradisional masyarakat Sulawesi Selatan yang hampir terlupakan.

Di Sulawesi Selatan, Pamanca dikenal sebagai salah satu cabang bela diri atraksi ekstrem. Pelakonnya, selain dibekali jurus silat, juga sesekali mempertontonkan kekebalan senjata tajam.

Juru Bicara “Pamanca The Movie”, Andi Iwan mengatakan pada 11 Maret 2017 mendatang semua kru akan bergerak dari Jakarta ke Makassar untuk melakukan sejumlah rangkaian pra produksi film adaptasi sejarah ini.

“Ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan. Keperluan pengambilan gambar dalam
opening film, dan casting calon pemain lokal juga mulai dilakukan,” tutur Iwan, Selasa (07/03/2017).

Untuk lokasi casting, kata Iwan, Rafindo Galesong akan melakukannya di empat lokasi yang berbeda. Yakni Kota Makassar, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Bone, dan Kota Parepare.

Empat lokasi casting tersebut berdasarkan masukan dari sejumlah pemuka masyarakat di Sulsel. Menurutnya pemain lokal akan menjadi pemeran utama dan bermain bersama artis papan atas indonesia dan dunia, seperti Jackie Chan.

“Jadi nanti kami juga akan memperkenalkan bakat film anak-anak Makassar, bahwa bisa juga berakting,”

Soal artis nasional yang akan bermain di film garapan Rafindo Galesong ini, Iwan masih enggan membeberkan. Namun menurutnya artis nasional yang akan membintangi film ini akan didatangkan pekan depan.

Sebelumnya pihak Rafindo Galesong dikabarkan akan mendatangkan aktor papan atas dunia, yakni Jackie Chan. Namun Iwan kembali membeberkan bila bukan Jackie Chan yang akan terlibat dalam film ini, tapi juga aktor laga Asia lainnya, yakni Jet Li.

Pamanca The Movie bakal menjadi tontonan yang menghibur bagi masyarakat. Kekuatan film ini akan bertumpu pada cerita para tobarani (pemberani) pada masa tahun 1800-an atau masa penjajahan belanda.

Selain itu film ini juga akan mengandalkan efek visualisasi yang didukung teknologi terkini hingga penonton nanti bisa merasakan pengalaman menikmati film kolosal layaknya produksi luar negeri.

Facebook Comments

Related posts

Leave a Comment