“Taman Pakui Sayang” RTH Terbaru yang Bisa Dinikmati Warga Kota Makassar

Kabarsmart.com, Makassar – Kabar gembira bagi warga Kota Makassar dan sekitarnya, kini Pemerintah Provinsi Sulsel telah menghadirkan fasilitas publik ditengah Kota Makassar, tepatnya di areal Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Jl. AP Pettarani yang diberi nama Taman Pakui Sayang.

Baru-baru ini, taman seluas satu hektare tersebut terbuka untuk umum. Berbagai fasilitas disiapkan Pemprov Sulsel untuk masyarakat, khususnya yang ingin berolahraga di sana, masyarakat umum bisa memanfaatkan sejumlah fasilitas taman tersebut secara gratis.

Di Taman Pakui Sayang ada lapangan tenis, area bermain untuk anak, jogging track sepanjang 860 meter, lapangan upacara, tribun terbuka, ATM Centre, toilet hingga tribun khusus untuk kafe atau kantin. Area itu juga bisa digunakan untuk tempat pameran.

Ada yang menarik dari taman tersebut. Pemprov Sulsel menawarkan masyarakat yang ingin menggelar pesta semisal pernikahan secara outdoor, bisa memanfaatkannya. Namun, untuk yang satu itu, bersifat komersil. Untuk mengelolanya, dalam waktu dekat akan dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD).

Taman tersebut, dibangun tahun lalu, rampung sesuai target dan diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, pada hari Jumat (03/02/2017) lalu. Anggaran penggunaan untuk taman tersebut sekitar Rp4,6 miliar bersumber dari APBD 2016. Tahun ini, Taman Pakui Sayang akan disempurnakan dengan membangun dan menyiapkan ornamen pendukung.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi kehadiran taman Pakui Sayang. Menurutnya, dengan hadirnya taman tersebut, alternatif masyarakat yang ingin berolahraga dan sekadar santai atau kongkow makin variatif. Apalagi, kehadiran ruang terbuka hijau yang bisa diakses publik masih cukup terbatas di Makassar.

“Kami membantu Pak Walikota untuk menghadirkan fasilitas publik di tengah kota yang ingin olah raga dan sebagainya,” tutur Syahrul.

Awalnya, lahan yang dibuat taman itu hanya berupa lahan kosong yang tidak berfungsi. Informasi yang diperoleh, aset milik pemprov itu awalnya banyak dilirik investor atau pengusaha untuk dijadikan ruko maupun mal.

Pengusaha rela merogoh kocek cukup besar untuk memiliki lahan tersebut. Adapula yang menawarkan ruislag alias pemindahan lahan ke tempat lain. Namun Pemprov Sulsel menolak dan memutuskan untuk membangun sarana publik diatas lahan tersebut.

Facebook Comments

Related posts

Leave a Comment